Dokumentasi Kejadian di Ohoi Ngurko Saat  
Warga Minta KeAdilan Dimata Hukum

Evav.News,Langgur-Bencana  sosial   di Ohoi (Desa)  Ngurko  Kecamatan Kei Besar Selatan Barat Kabupaten Maluku Tenggara belum berakhir.

Faktanya   Imam Masjid Desa Ngurko,  Abdul Hamid Rahayaan beserta perangkatnya    Jusuf Ohoiwuy, Zakaria Rahayaan, Gani Rahayaan, Husin Silratubun dan Samsul Bahri Silratubun dipenjara,  lantaran diduga melakukan pembakaran dan melakukan  pengrusakan fasilitas Pemerintah di Desa Ngurko.

Menanggapi persoalan tersebut Tokoh Pemuda Ohoi Feer,  Amir Rahayaan  kepada evav.news, dikediamanya  Rabu (26/06) , mengatakan,    selaku Keluarga dari Imam Ohoi Ngurko dan Warga yang sementara menjalani Proses Hukum  tetap   menjujung tinggi Proses Hukum yang sementara berjalan,  namun mengharapkan  Polres Maluku Tenggara  dalam melakukan Proses Hukum kasus itu agar Profesional,  dengan memanggil Raja dan Camat  agar memberikan keterangan sebagai Saksi dalam kasus itu.

“  Mewakili  Keluarga dari Bapa imam dan Perangkat Ohoi Ngurko,   menjunjung tinggi Proses Hukum  yang sementara berjalan,  namun Kapolres Malra beserta  jajaranya   diharapkan,  memanggil  Raja beserta camat untuk  diperiksa sebagai saksi dalam perkara dimaksud, ” ujar Amir Rahayaan.

Rahayaan menyampaikan, Penyidik Polres Malra harus Obyektif dan Transparan terhadap Publik dalam melakukan Proses Hukum,  karena Kasus Hukum yang menjerat  Imam Ohoi Ngurko dan lima Warga lainya, karena Pembakaran dan pengrusakan fasilitas pemerintah,  namun ketika dicermati kejadian tersebut ada  sebab akibat , ibarat  “Ada Api baru ada asap”  dimana  berkaitan  dengan proses Kepala Ohoi defintif di Ohoi Ngurko,  dimana dalam  prosesnya  berkaitan langsung dengan Camat,  Raja dan Pemerinta daerah .

“  Kami dari Pihak Keluarga menghormati proses hukum, namun Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara  diharapkan membantu kami agar proses hukum yang menimpa keluarga  kami  ini benar-benar adil,  karena uraian kasus ini cukup panjang  yang berkaitan dengan proses  dan pelantikan Kepala Ohoi definitif di Ohoi Ngurko, yang juga berkaitan dengan Camat dan  Raja ,” ungkap Rahayaan.

Sebelumnya diketahui, Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Drs.M.Thaher Hanubun melantik Kepala (Desa), Ohoi Definitif Ohoi Ngurko Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Muhamad Padang Rahayaan,menuai bencana akibat jaminan keamanan yang diberikan oleh Camat dan Raja.

dimana akibat dari pelantikan itu, Sejumlah fasilitas Pemerinta yang  bersumber dari Dana Desa dibakar dan dirusak oleh Warga Masyarakat (Desa) Ohoi setempat pada  Rabu Tanggal 7 februari 2019 lalu.

Pembakaran dan Pengrusakan terjadi, karena Warga masyarakat kecewa dengan sikap camat  yang melakukan proses pengusulan kepala (Desa) Ohoi definitif secara tertutup, tanpa sepengetahuan Masyarakat dan Tanpah ada Musyawara oleh warga masyarakat Desa Ngurko.(tim evav.news)

Posting Komentar

Google+