Warga Desa Tayando Kota Tual, Menemukan 8 Buah Drum Berisi BBM Jenis Avtur, Dan Satu Buah Penutup Kapal KM Panji Saputra
Evav.News,Tual - Warga Desa Tayando Ohoiel dan Desa Tayando Yamru Kecamatan Tayando Tam Kota Tual,  menemukan sejumlah barang Milik Kapal  KM Panji Saputra, pada hari senin tanggal 20 Januari hingga Rabu 22 Januari, barang yang ditemukan warga diantaranya delapan drum berisi BBM jenis Avtur, satu buah kursi kayu, satu buah penutup bak kapal, dan satu buah tas ransel hitam didalamnya ditemukan satu buah dompet berwarna coklat, KTP atas nama: Aswadin Ali, beralamat di Asmil Bekangdam XVI/Patimura, RT 002, RW 003 Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Kota Ambon, selain itu warga juga menemukan uang tunai senilai 6 Juta rupiah pecahan seratus ribu, satu buah GPS, satu buah STNK mobil penumpang bernomor polisi DE 1754 AQ, satu buah kartu BPJS,Kesehatan kartu pajak dan empat kartu ATM atas nama Aswadin Ali.

Informasi yang dihimpun Media ini menyebutkan kapal KM Panji Saputra mengangkut 25 drum BBM jenis avtur milik Kodam XVI/Pattimura Ambon yang berangkat dari Ambon tujuan ke Kota Saumlaki Kabupaten Kepulaun Tanimbar dan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya, namun Kapal naas itu   hilang kontak sejak tanggal 13/1/2020, hingga kini belum ditemukan.

Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa, M.Tr (Hanla) merespon cepat dengan mengundang unsur maritim guna melaksanakan proses  pencarian terhadap kapal yang diduga tidak memiliki ijin berlayar itu.

Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa, M.Tr
Sesuai pantauan media ini, Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa, M.Tr (Hanla), didampingi Komandan Lanud D. Dumatubun Maluku Tenggara Letkol Pnb Yulianto Nurcahyo memimpin jalannya pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan Mako Lanal Tual untuk membicarakan hal teknis terkait persiapan proses pencarian, dan dilanjutkan dengan apel gelar pasukan yang di pusatkan di pelabuhan Lanal Tual.

Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa M.Tr(Hanla) mengatakan, dalam proses pencarian ini dirinya melibatkan unsur maritim lainnya untuk melakukan penyisiran di sekitar pulau-pulau di Kota Tual.

"Misi ini murni demi kemanusiaan, dan karena sesuai barang yang ditemukan, maka perkiraan kapal sudah pecah menjadi puing, menggiring opini untuk misi pencarian lebih ke pesisir pulau-pulau terdekat, dari lokasi yang di perkirakan," ungkap Wisnawa kepada awak media di Tual Rabu (22/1/2020).

Dirinya berharap dengan adanya unsur maritim yang tergabung berusaha untuk menyatukan pikiran demi misi kemanusiaan, yaitu mencari korban dari KM.Panji Saputra yang sudah hilang kontak sejak tanggal 13 Januari lalu. 

"Kami berpegang pada penemuan barang bukti maka sesuai perkiraan kami, kapal tersebut tidak lagi ada di tengah lautan, namun sudah terhantam ombak dan terpecah menjadi puing, maka penyisiran Tim SAR kami akan lebih fokus ke pesisir," ujar Danlanal.

Wisnawa menegaskan pihaknya dan PSDKP Tual menurunkan kendaraan pendukung yang sesuai dengan medan dan misi tersebut, yaitu sea rider serta ambulan KAL bersama kru.

“Untuk misi yang sudah pasti kami fokuskan pada pencarian korban jiwa dari KM. Panji Saputra, maka kami menurunkan Ambulan KAL untuk bersama-sama 1 Sea Rider milik Lanal Tual dan 1 Unit Sea Rider milik PSDKP tual menyisir pesisir pulau-pulau seputaran Tayando Tam atau lokasi yang diperkirakan, agar memudahkan evakuasi nantinya jika menemukan para korban, karena itu yang lebih sesuai dengan misi pencarian saat ini," jelasnya.

Untuk diketahui, KM Panji Saputra, kapal pengangkut 25 drum BBM jenis avtur milik Kodam XVI/Pattimura Ambon hilang kontak dalam perjalanan dari Kota Ambon menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kapal yang memiliki panjang 10 meter, lebar 2 meter, berwarna hijau itu, juga mengangkut 6 orang yang terdiri dari 4 ABK dan 2 personel Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVI Pattimura.

Tiga ABK diketahui bernama La Mufik, La Jau dan Ongki, sementara satu belum diketahui identitasnya. Sedangkan 2 personel Bekang Kodam XVI/Pattimura diketahui bernama Serda Aswadin Ali dan Pratu Midun.(EN 02)

Posting Komentar

Google+