Bupati Kabupaten Mimika, Timika Papua, Eltinus Omaleng
Evav.News, Timika- Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omalengnaik pitam”, hingga sebut nama “Etnis Kei” saat Apel bersama ASN di Pelataran Kantor Bupati Mimika, Senin (20/7).

Bupati yang dikabarkan terlibat “ Kasus Ijasa Palsu” itu, dalam sambutanya mengatakan, pejabat setingkat kepala dinas dan badan yang dilantik   akan dinonjobkan jika ternyata dalam perjalanan waktu, dirinya menemukan bukti ada yang merupakan lawan politik pada saat Pilkada lalu.

Bahkan Orang nomor Satu di Kabupaten Mimika tersebut juga dengan tegas mengatakan, wajar jika suku Toraja mendapat posisi di pemerintahan karena suku Toraja  murni berjuang saat Pilkada lalu dengan menggunakan dana pribadi.

 “Saya perlu sampaikan beberapa poin, begini, saya minum malam Jumat, hari Jumatnya saya mabuk kok seluruh masyarakat Mimika ikut mabuk?. Luar biasah, satu orang minum kok semua orang mabuk,” ujar Bupati Eltinus Omaleng sesuai bukti recaman yang kini beredar di kalangan Masyarakat Kabupaten Mimika, hingga diterimah Redaksi Evav.News.

Baca Juga Berita Spektakuler:https://www.evav.news/2020/07/bupati-mimika-dikabarkan-berselingku.html

Lanjut kata Bupati, mutasi pejabat merupakan hal biasa bukan hal baru. Ada yang terima dengan senang dan ada yang terima dengan sakit hati, sedih dan lain-lainTapi  heranya  semua orang ikut sedih, ikut ribut, malah masyarakat lagi ikut rebut… !! apa urusan masyarakat dengan pemerintah?.

“ Wakil bupati tidak perlu dampingi saya, tidak perlu semua, karena Kewenangan penuh ada di saya tidak boleh memanfaatkan orang Amungme dan Kamoro. Kamu bukan piring makan buat orang lain, kalian tidak dimanfaatkan, tidak boleh. Ini saatnya orang Amungme dan Kamoro pimpin daerah sendiri,” tegas Bupati, Eltinus Omaleng.

Bupati bahkan menyindir Wakil Bupati, bahwa  suami dan Istri bukan dalam arti Suami secara terus dan menerus diharuskan untuk sejalan dengan istri, karena ada moment yang harus istri hadir dan ada juga moment yang istri tidak boleh hadir.

“ Saya mau kasih tahu semua anak-anak Amungme dan Kamoro dan masyarakat Kabupaten Mimika yang ada di sini, kalau saya ini ada di daerah lain, tidak mungkin berikan kesempatan buat saya seperti apa yang saya berikan kepada kalian,” Ungkap Bupati Omaleng.

Kata Dia, Syukur-syukur orang Kei kemarin dilantik menduduki 40  jabatan sedangkan orang Papua hanya 20 orang yang dilantik untuk dapat jabatan.

“ Hari ini coba-coba kalau demo dan lain-lain, 40 pejabat tersebut  saya akan non jobkan semua, saya tidak peduli dengan siapa-siapa. Orang sudah berikan kesempatan buat kalian kok bisa kasih hati minta jantung lagi. Saya tidak mau dengar kalian demo, kau bikin saya bikin lebih jahat lagi,” Ancam Bupati.

Tidak usah dengar suku-suku lain, ini daerah kita sendiri dan kamu jangan mudah dimanfaatkan oleh orang lain.

Pewarta: Toka/Ongky

Posting Komentar

Google+