Evav.News,-
Pilkada serentak yang akan dihelat pada Desember 2020 mendatang menjadi momentum yang sangat dinantikan rakyat untuk menentukan masa depan kepemimpinan di daerah masing-masing.

Penentuan tersebut diputuskan dengan memilih siapakah kandidat yang akan memimpin selama lima tahun ke depan. Pilkada serentak tersebut akan diikuti oleh beberapa daerah Kota, Kabupaten maupun Provinsi di Indonesia.

Salah satu daerah yang menjadi peserta perhelatan Pilkada ini adalah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Sebuah Kabupaten dengan lumbung suara terbanyak di Provinsi Maluku Utara. Selain Halsel, perhelatan yang sama juga akan berlangsung di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan (Tikep).

Pilkada serentak kali ini, tentu sedikit berbeda dengan beberapa kali pilkada sebelumnya, hal demikian dikarenakan negeri ini masih belum pulih total dari pandemi Covid-19, papar Romadhan Reubun, SH Sekretaris Jenderal Garda Muda Palapa (GMP) saat dihubungi Evav.News melalui sambungan telepon disela-sela kesibukannya mengawal salah satu pasangan kandidat di Kota Ternate Maluku Utara, Sabtu (12/9/2020).

Ia menambahkan, khusus untuk Pilkada di Halsel, yang notabene adalah barometer suara terbanyak di Provinsi Maluku Utara, diharapkan akan menjadi role model atau contoh yang baik bagi daerah lain di Maluku Utara, terutama dalam pelakasanaan Pilkada ini.

Pilkada Halsel yang sebelumnya ditaksir akan diramaikan pula oleh kandidat petahana tersebut, pada akhirnya menuai kendala atau kandas di tengah jalan. Oleh sebabnya, hanya tinggal dua pasangan kandidat yang akan bertarung alias head to head. Dua pasangan tersebut antara lain, pasangan H. Usman Sidik dan Bassam Kasuba (Usman-Bassam) yang didukung oleh sembilan partai yaitu, PKB, PKS, PSI, Demokrat, PAN, Golkar, PDIP, Berkarya dan PKPI. Sementara di pihak lawan, pasangan Helmi Umar Muchsin dan La Ode Arfan (Hello Humanis), didukung oleh tiga partai yaitu, NasDem, Hanura dan Gelora.

Mengamati kondisi tersebut, menurut Reubun, jaminan kemengangan hanya ada pada sikap saling mengakui kemampuan masing-masing.

“Harus disadari benar bahwa pertarungan ini merupakan panggilan nurani, oleh karenanya masing-masing kandidat sudah barang tentu memiliki kekuatan dukungan, selain memiliki strategi masing-masing untuk menang. Tidak memandang remeh dan mengakui kemampuan lawan ialah cara yang elegan, dan jauh lebih baik,” pungkasnya.(Bahar Usman)

Posting Komentar

Google+