Kepala Suku Ngada Nagekeo NTT Mimika, Anton Lado 

Evav.News
- Kepala Suku Ngada Nagekeo NTT  di Mimika, Anton Lado berharap Polda Papua secepatnya "meringkus" para tersangka ITE  penyebaran Video mesum di Kabupaten Mimika.

“ Siapapun tersangka dalam perkara ini, kami berharap  Polda Papua mengambil sikap  tegas, meringkus  dengan memanggil dan melakukan penahanan terhadap mereka,  sehingga jangan jadi opini liar ditengah Masyarakat Mimika,”  ujar Kepala Suku Ngada Nagekeo, Anton Lado  melalui pesan singkat via Watsapp kepada Media ini Minggu (25/10/2020) Malam.

Kepala Suku Warga NTT di Mimika ini mengatakan,  Dinamika kehidupan masyarakat  di Kabupaten mimika   semakin sulit , karna semua persoalan hukum di Daerah itu,  tidak jelas penangananya oleh  penegak hukum.

“ Saya sebgai tokoh Masyarakat Ngada Nagekeo  Mimika   berharap dan sangat berharap agar  Polda Papua  secepatnya  menuntaskan kasus penyebaran video mesum ini, dengan memanggil dan meringkus para tersangka ke Bui,  biar ada kepastian hukum dalam kasus ini,” tandas Anton Lado.

Lanjut kata Dia, sebagai tokoh masyarakat ngada nagekeo mimika, tetap akan mendukung kinerja Polda Papua dalam  penanganan perkara tersebut,  dengan harapan,  Penegakan Hukum dalam Kasus itu, jangan  tajam kebawah, dan Tumpul ke atas, karena semua orang sama dimata Hukum, sebaga warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diberitakan Media ini sebelumnya, Polda Papua memastikan lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penyebar video mesum mantan anggota DPRD di Mimika Bakal ditahan di rumah tahanan Mapolda Papua.

Siaran Pers Polda Papua

Penegasan ini disampaikan Polda Papua, melalui Siaran pers perkembangan perkara yang diperoleh dari Humas Polda Papua, Selasa (13/10/2020).

“ Untuk para tersangka akan dilakukan pemanggilan dan akan dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Papua,” Ucap kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol.Drs.Ahmad Musthofa Kamal.SH  mengatakan, Kasus dugaan perkara Undang-Undang ITE yang terjadi di Kabupaten Mimika, Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua, telah menetapkan lima orang sebagai tersangka masing-masing berinsial, VM,UY,PYM,EO dan DW.

“ Penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan gelar perkara penetapan tersangka, dugaan tindak pidana ITE pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2020 bertempat di ruangan gelar perkara Polda Papua,” Ujar Kabid Humas.

Dikatakanya, tindak lanjut kasus itu dari proses penyelidikan hingga ke tahap penyidikan berdasarkan Laporan Polisi dengan Nomor: LP/225/IX/RES.2.5/2020/SPKT Polda Papua pada tanggal 9 september 2020.

“ Untuk Kasus ini ada dua laporan Polisi yaitu, LP/550/VIII/2020/Papua dan Nomor LP/225/IX/2020/Papua, untuk nomor LP yang pertama telah dilakukan tahap satu pada hari jumat tanggal 18 September 2020, dengan tersangka ASDB alias Ida,” Ungkapnya.

Kabid Humas, Musthofa Kamal mengatakan, bilah dari hasil pemeriksaan berkas perkara ASDB, dinyatakan lengkap oleh JPU maka langkah selanjutnya penyidik akan melakukan tahap dua dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa penuntut Umum.

Musthofa Kamal menyebutkan, Dalam perkara tersebut Penyidk telah menetapkan lima orang sebagai tersangka tambahan berinsial VM,UY,PYM,EO dan DW.

“ Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa 11 orang saksi, selain itu penyidik telah melacak jejak digital kemana saja video itu disebarkan,” Jelasnya.

Kata Kamal, Para tersangka disangkakan dengan pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang nomor: 19/2016 tentang ITE (Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan) dipidana maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak satu milyar rupiah.

Sementara itu diketahui, Dari lima tersangka yang diumumkan Polda Papua selasa (13/10/2020), terdeteksi insial EO merupakan Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng. (by red)


Posting Komentar

Google+