Ilustrasi

Jakarta, evavnews.com
- Direktur PT Nemangkawi Jaya  Alexander Omaleng selaku anak kandung Bupati Mimika, Eltinus Omaleng diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/11).

Alexander diperiksa dalam kaitan aliran dana Megah dugaan korupsi pembangunan tahap 1 gereja Kingmi Mile 32 Kabupaten Mimika.

Anak Bupati Mimika itu merupakan satu dari tujuh saksi yang diperiksa hari Jumat.

Total dana yang dihabiskan dalam tiga tahap pembangunan gereja tersebut sudah Rp.161,8 miliar. KPK baru memeriksa dugaan korupsi tahap 1, belum tahap II dan III yang nilainya sangat fantastis.

" Ada tuju saksi yang dipanggil terkait  dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap I TA 2015 di Kabupaten Mimika, Papua," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Tujuh saksi yang dipanggil, yaitu Bendahara Pengeluaran Bagian Kesra Setda Mimika Tahun 2015-2016 Deassy Ceraldine, PNS Bagian Kesra Setda Mimika dan mantan Anggota Panitia Pengadaan Pekerjaan Tahap 2 TA 2016 Tahun 2015—2016 Yulita Ada.

Direktur PT Neweinemki Anton Bukaleng, Direktur PT Nemangkawi Jaya Alexander Omaleng, Direktur CV Kawanua Jaya Kasman, Staf Administrasi PT. Kuala Persada Papua Nusantara Mardiyaningsih, dan Karyawan PT Swarna Bajapacific Taufik Hariswara.

Ali menegaskan pemeriksaan terhadap tujuh saksi tersebut di Gedung Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua, Kota Jayapura.

KPK saat ini belum dapat menyampaikan secara detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut sebagaimana kebijakan pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

Dikatahui Dalam Penyidikan Kasus dugaan Korupsi penyelewengan  Dana  proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1, Tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Lembaga Anti Rasua, KPK telah menetapkan Eltinus Omaleng (Bupati Mimika),  Martehen Sawy  Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, dan Teguh Anggara,  selaku Direktur PT Waringin Megah, sebagai “tersangka” Dalam Megah Korupsi tersebut, sebagaimana terterah didalam panggilan penyidik KPK terhadap sejumlah saksi yang dimintai keterangan di Jayapura. (EN/007)


Posting Komentar

Google+