Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

Evav.News
-  Bupati Kabupaten Mimika,  Eltinus OamalengSudah Jatu Tertimpa Tangga Pula” pasalnya selain dijadikan sebagai tersangka Dugaan Tindak Pidana ITE Penyebar Video Porno oleh Penyidik Dir Reskrimsus Polda papua, Eltinus Omaleng juga berurusan dengan  Lembaga Anti  Rasua, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), faktanya KPK juga  telah menetapkan Eltinus Omaleng  sebagai tersangka , Dalam Penyidikan  dugaan Tindak Pidana korupsi Dana Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Mimika.

Sumber Informasi resmi yang diperoleh Media ini menyebutkan , Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meningkatkan perkara dugaan korupsi penyalagunaan dan penyelewengan Dana Pembangunan gedung  Gereja Kingmi Mile 32,  dari Penyelidikan ke tahap Penyidikan dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi milyaran  tersebut.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka  oleh Lembaga Anti rasua, itu  yakni  Bupati Mimika,  Eltinus Omaleng Martehen Sawy  Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, dan Teguh Anggara,  selaku Direktur PT Waringin Megah, yang menjadi  rekanan  pelaksana dalam pembangunan gedung Gereja Kingmi Mile 32 tahap 1 Tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

Sala satu tersangka dalam kasus itu , melalui sambungan telepon selulernya membenarkan,  bila sudah menerima surat pemberitahuan dari penyidik KPK,  kalau dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hukum tersebut.

“ Saya sudah terima surat dari penyidik KPK, dari tanggal 12 dan tanggal 13 Oktober dimana isinya sama, yaitu  tentang peralihan status saya,  dan yang lainya sebagai tersangka, tapi hingga kini saya sendiri belum dipanggil untuk diperiksa selaku  tersangka, sehingga belum tau pasti materi perkara ini, ” ujar  Sumber kepada media Rabu (4/11/20200) Siang.

Sumber menjelaskan , hingga kini belum mengetahui secara pasti kenapa dirinya ditetapkan sebagai tersangka.

“ Saya hanya menerima surat pemberitahuan peralihan status saya sebagai  tersangka, dan hingga kini saya masi bingung kenapa saya jadi tersangka,”  Ucapnya.

Disinggung terkait informasi dua orang yang turut  jadi tersangka,  tamba dirinya menjadi tiga,  sumber membenarkan informasi itu.

“ Iya benar,  tapi kami belum dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ini,” Tandasnya.

Sumber yang sudah dijadikan tersangka ini, membeberkan,  bila  ada informasi,  Penyidik KPK telah mengagendakan panggilan bagi sejumlah Pejabat atau ASN di Kabupaten Mimika yang akan diperiksa penyidik KPK di Jayapura.

“ Itu ada beberapa anak-anak yang nanti diperiksa hari Selasa diantaranya PPTK dan lain-lain,” Singkatnya.

Sementara itu mantan Kabag Umum pemkab Mimika, Hendra , saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan jika dirinya termasuk pihak yang dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“ Iya saya telah menerima panggilan dari penyidik KPK, guna dimintai keterangan hari Selasa tanggal 10 di jayapura,” ucap Hendra.

Hendra mengatakan, panggilan untuk dirinya memberikan keterangan kepada penyidik KPK hari Selasa merupakan panggilan kedua dimana dirinya menghadiri panggilan pertama  pada tahun kemarin.

“ Ini panggilan kedua untuk saya memberikan keterangan sebagai saksi, kalau panggilan pertama kemarin,  seingat saya itu diperiksa penyidik KPK  di Mako Brimob,” ucap Hendra kepada Media ini melalui sambungan Telepon selulernya, Rabu (4/11/2020). Siang.

Hendra menyebutkan, Sesuai alamat yang terterah didalam panggilan, dirinya akan memberikan keterangan kepada Penyidik KPK pada hari Selasa tanggal 10 November mendatang di Kantor BPKP perwakilan Papua di Jayapura.

Terpisah salinan panggilan Penyidik KPK yang diterima Media ini menyebutkan,  sejumlah pejabat di Mimika akan diperiksa Penyidik KPK  hari selasa tanggal 10 November 2020 mendatang.

Tim Penyidik KPK  dipimpin Andre Dedy Nainggolan akan memeriksa sejumla pejabat dan ASN Kabupaten Mimika bertempat di Kantor perwakilan BPKP perwakilan Papua di Jayapura.

Panggilan Penyidik KPK itu ditandatangani, Deputi bidang penindakan Direktur Penyidikan, Selaku Penyidik, Setyo Budianto ,dimana  didalam panggilan terterah, dengan sangat jelas sejumlah pihak akan menghadap Tim Penyidik KPK di Kantor BPKP perwakilan Papua di Jayapura,  Selasa mendatang,  guna dimintai keterangan  sebagai saksi dalam penyidikan perkara Dugaan Tindak Pidana  Korupsi,  yang dilakukan oleh,  Eltinus Omaleng selaku Bupati Mimika periode, 2014-2019 bersama-sama dengan, tersangka Marthen Sawy, selaku Pejabat pembuat komitmen dan Tersangka  Teguh Anggara, selaku Direktur, PT.Waringin Megah yang menjadi rekanan pelaksanaan dalam pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32, Tahap 1 Tahun anggaran 2015, di Kabupaten Mimika.

Didalam Panggilan itu juga menyebutkan  , bila  Penyidik KPK menjerat tiga tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, Dengan Ancaman maksimal 20 Tahun Penjara. (by red)


Posting Komentar

Google+