Juru Bicara Komis Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri 

Jakarta, Evav,News
– Lembaga Anti Rasua, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan,  sudah ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika.

Hal ini disampaikan   Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Ali Fikri melalui wawancara ekslusife dengan media Evav.News di Gedung KPK,  Rabu (25/11/2020) malam.

Ali Fikri menyebutkan, kasus dugaan Korupsi tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

" Yang benar kasusnya saat ini dalam  tahap penyidikan, setelah sebelumnya melalui proses penyelidikan dengan permintaan keterangan dari beberapa pihak, " ungkap Ali Fikri

Ia membenarkan KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus itu. " nama-nama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan, dan disampaikan kepada Masyarakat, ketika upaya paksa, sudah dilakukan," ujarnya.

Ali Fikri menyebutkan,  Hasil penyidikan secara lengkap akan disampaikan ke Masyarakat, setelah upaya paksa dalam hal ini penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka dilakukan.

Sosok yang dekat dengan awak Media ini membenarkan,  didalam surat panggilan penyidik KPK terhadap sejumlah saksi dalam proses penyidikan, telah dicantumkan nama para tersangka.

“ Di dalam panggilan sudah ada nama tersangka, dan  Standar pemanggilan dari KPK seperti itu, tetapi kami belum bisa menyampaikan saat ini, yang jelas tersangkanya suda ada, ” Tandasnya.

Sebelumnya diketahui,  Bocoran salinan surat panggilan penyidik KPK terhadap sejumlah saksi yang dimintai keterangan di Jayapura  sempat firal di Media social, karena didalam panggilan tersebut, tercantum dengan sangat jelas dan meyakinkan,  Dalam penyidikan  perkara Dugaan Tindak Pidana  Korupsi, pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32, Tahap 1 Tahun anggaran 2015, di Kabupaten Mimika, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka diantaranya,  Eltinus Omaleng selaku Bupati Mimika periode, 2014-2019 bersama-sama dengan,  Marthen Sawy, selaku Pejabat pembuat komitmen dan   Teguh Anggara, selaku Direktur, PT.Waringin Megah yang menjadi rekanan pelaksanaan  pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32.

Didalam Panggilan itu juga menyebutkan  , bila  Penyidik KPK menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, Dengan Ancaman maksimal 20 Tahun Penjara

Informasi yang diperoleh,  Berdasarkan data Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Mimika, proyek Gereja Kingmi Mile 32 Tahap I dimulai pada 20 September 2015 yang ditangani Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika.

Ada rekanan yang ikut dalam tender dengan Nilai Pagu Paket: Rp 46.192.000.000. Nilai HPS Paket: Rp 46.192.000.000.

Pada item peserta, tertera tiga peserta tender yakni pertama, PT Waringin Megah dengan harga penawaran sebesar Rp46.035.000.000 dan harga terkoreksi sejumlah Rp46.034.988.000. 

Kedua, CV Indica Suksestama dengan harga penawaran dan harga terkoreksi kosong. 

Ketiga, CV Caisar juga kosong pada harga penawaran dan harga terkoreksi.

PT Waringin Megah sebagai pemenang. Nilai pagu dan harga perkiraan sementara (HPS) proyek tercatat sama yaitu sebesar Rp 46.192.000.000.

PT Waringin Megah. beralamat di : Jl Kalianyar 42, Surabaya - Surabaya (Kota) - Jawa Timur. (tim)

Posting Komentar

Google+