Evav.News, Jakarta
-  Dalam beberapa hari  terakhir ini informasi yang cukup menghebokan public, karena Website  Kejaksaan Agung sebagai lembaga  Penegak hukum di Negara diretas.

Kejadian tersebut diketahui setelah pada tanggal 17 Februari 2021 sekira pukul 14.55 WIB Kejaksaan RI memperoleh informasi bahwa terjadi penjualan Database Kejaksaan RI di raidforums.com.

Dari informasi tersebut Tim Kejaksaan agung  merespon cepat dengan melakukan penelusuran ke situs https://raidforums.com/Thread-CSV-KEJAKSAAN-REPUBLIK-INDONESIA-DATABASE-500MB?highlight=indonesia, ternyata yang meretas Website resmi Kejagung itu adalah seorang Anak berumur 16 Tahun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Leonard  Eben Ezer Simanjuntak, membenarkan kejadian tersebut.

“ Dari hasil  penelusuran didapatkan Total Database yang diperjualbelikan sebesar 500 Mb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224 dan dijual seharga 8 Credit (Sekitar Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah),” ucap Leoanard Saat didampingi Kepala pusat data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi Kejagung , dalam menggelar  Press Conference terkait persoalan tersebut di Jakarta, Jumat  (19/2). 

Leonard mengatakan , Tim bergerak cepat  melakukan analisa,  berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada Website Kejaksaan RI dengan tautan https://www.kejaksaan.go.id dan sifatnya terbuka untuk umum atau publik dan tidak terhubung secara langsung dengan data base kepegawaian yang ada pada aplikasi Simkari.

Ia menguraikan, Berdasarkan data sample yang diperoleh dapat diketahui bahwa data yang dijual merupakan data akun admin web Kejaksaan RI yang menunjukkan username dan password yang kemungkinan menggunakan algoritma hashing password, daftar pegawai Kejaksaan RI, informasi perkara yang memang dikonsumsi oleh masyarakat, dan juga command line pelaku dalam melakukan dumping data pada Website Kejaksaan.

Lanjut Leonard, Tim Kejaksaan melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap beberapa pengguna dari  namanya tercatat di dalam data tersebut dan didapat kesimpulan bahwa user tersebut adalah user untuk masuk kedalam Website Kejaksaan.

“ Tim Kejaksaan memancing yang bersangkutan dengan membeli Database Kejaksaan RI di raidforums.com dan mendapatkan data kejaksaan yang dijual dalam bentuk file csv.txt 259,127 Kb dan file bin.txt sebesar 244,900 Kb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224,Dari penelusuran ini tim langsung mendapatkan identitas dari  pelaku dengan Inisial F, username, Twitter, Group : INDOGHOSTSEC, Telegram/Whatsapp, dan Website yang bersangkutan.” Ungkap Leonard.

Kata Leonard, Setelah memperoleh Identitas peretas,   Tim Kejaksaan bekerjasama dengan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), serta komunitas hacker dan akhirnya identitas diri dari MFW, NIK, Tempat Tanggal Lahir (16 Tahun), Alamat Lahat, Sumatera Selatan.

“ Menindaklanjuti temuan identitas peretas yang suda diperoleh, kemudian Tim Kejaksaan Agung pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat, berhasil menemukan dan mengamankan MFW di Lahat, Kota Palembang, dan kemudian MFW selanjutnya bersama orang tuanya dibawa ke Kejaksaan Agung di Jakrta guna dilakukan penelitian,” Jelas Leonard.

Leonard mengatakan, Sesuai arahan Jaksa Agung RI tidak ada proses hukum terhadap  MFW dengan pertimbangan diantaranya, peretas MFW merupakan seorang anak yang   masih berusia muda (16 tahun) dan masih sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di daerah Palembang, MFW telah berjanji dan membuat surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya, Orang tua dari  MFW juga telah  membuat surat pernyataan akan mendidik dan mengontrol anaknya untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana dimaksud.

Leonard menyampaikan, Kejaksaan RI akan menindak tegas dan pasti dapat menangkap para hackers yang mencoba atau melakukan tindakan perentasan terhadap data-data Kejaksaan.(tim)


Posting Komentar

Google+