Korban Nus Kei Mengalami Luka Bacok Pada Lengan Sebelah Kiri (Sumber Polres Tual)

Evav.News, Langgur- Kepolisian Resort Kota Tual berhasil membekuk terduga pelaku pembacokan terhadap Nus Kei (Agrapinus Rumatora) di Maluku Tenggara.

Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinsial "CRU"   terduga pelaku  pembacokan terhadap  Agrapinus Rumatora Alias Nus Kei dan Gaspar Rahantoknam di perempatan mesjid Al-muhajirin Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara pada hari Sabtu (12/06/2021).

" Korban Nus Kei mengalami luka sobek dilengan kiri bagian belakang, sementara Parjo Rahantoknam mengalami luka pada jari kiri dan kanan," Ujar Kasat Reskrim Polres Tual, IPTU.Hamin Siompu, dilansir dari Media Marinnews, Minggu (13/06/2021).

Siompu mengatakan,  Pihaknya setelah mendapat laporan dari korban,  langsung melakukan pemeriksaan terhadap "CRU" kemudian dari hasil pemeriksaan dan alat bukti, maka statusnya "CRU" dialihkan dari saksi menjadi tersangka. 

Kata Siompu, Penyidik melakukan pengalihan status  "CRU" alias "R" dari saksi menjadi tersangka dengan surat penetapan nomor : S. Tap/18/VI/2021/Reskrim, tanggal 13 Juni 2021.

" Motif kejadian  pembacokan itu, didasari masalah pribadi," Ucapnya.

Siompu menyampaikan, Setelah peristiwa itu, korban Nus Kei dan Gaspar Rahantoknam melapor di Mapolres atas laporan pembacokan, sementara Kenedy Ubro melapor ke Mapolsek atas laporan pengrusakan.

" Mengingat dekat dengan TKP dan mencegah terjadi hal hal yang tak diinginkan, maka  laporan dari saudara kenedy ubro ditarik ke Polres, disitu "CRU" juga hadir sehingga langsung dilakukan pemeriksaan," Jelasnya.

Siompu menambahkan, Atas laporan pembacokan, Penyidik Polres Tual telah melakukan  penahanan terhadap "CRU" di Rutan Mapolres Tual.

" Penangkapan dan Penahanan terhadap tersangka "CRU" dengan surat perintah penangkapan Nomor: SP.Kap /19 /VI/ 2021/Reskrim, tanggal 13 Juni 2021 dan Surat Perintah Penahanan Nomor:SP.Han/19/VI/2021/Reskrim, tanggal 13 Juni 2021, terkait dugaan tindak pidana tanpa hak menguasai, membawa serta mempergunakan senjata tajam dan atau penganiayaan, Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 12/DRT/1951 tentang Senjata Tajam dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHPidana,berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/136/VI/2021/SPKT/Polres Tual/Polda Maluku, tanggal 12 Juni 2021," Jelas Siompu.

Siompu menambahkan, laporan pengrusakan masih didalami Penyidik. 

" Saat ini Penyidik Polres Tual masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, sehingga kami belum menetapkan tersangka, mudah- mudahan, secepatnya kita tuntaskan kasus ini" Tutupnya. (En03).

Pewarta: Toka Fouw


Posting Komentar

Google+