Aliansi Pemuda Mahasiswa Malanesia Menggelar Aksi Di Depan Gedung KPK, Rabu (1/9/2021)

Evav.News, Jakarta
-  Aliansi Pemuda Mahasiswa Malanesia (APMM) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan gedung KPK, Rabu (1/9/2021).

Mahasiswa yang menamakan diri APMM itu, menggelar aksi di depan Gedung KPK, mendesak agar  proyek pembangunan markas baru Polda Papua di Jayapura, secepatnya diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan memeriksa Bos PT.Papua Akbar Bersatu, Muhamad Topan,  selaku kontraktor pelaksana.

Pantauan Media ini, Puluhan mahasiwa Aliansi Pemuda Mahasiswa Malanesia (APMM) menggelar aksi di depan gedung KPK kuningan Jakarta, dengan menggunakan atribut pengeras suara dan Spanduk berwarna putih  bertuliskan " tangkap dan periksa Muhamad Topan " , ada juga spanduk dengan foto direktur PT. Papua Akbar Bersatu Muhamad Topan betuliskan“ Mendesak KPK RI memeriksa Bos PT.Papua Akbar Bersatu, Muhamad Topan, selaku pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan markas baru Polda Papua”, ada juga tuntutan lain yang terterah di spanduk APMM “ Mendesak KPK RI memeriksa aliran dana proyek pembangunan markas baru Polda Papua”.


Dolan Alwindo selaku kordinator APMM kepada awak Media menegaskan, APMM kembali menggelar aksi di KPK bertujuan untuk mengingatkan KPK,  agar mempercepat Laporan pengaduan, yang sudah di laporkan tentang dugaan korupsi proyek pembangunan markas baru Polda Papua.

“ Hari ini kami kembali menggelar aksi di KPK, menuntut laporan pengaduan kami kapan ditindaklanjuti, karena hari Rabu minggu kemarin, kami melakukan aksi yang sama, sekaligus melayangkan laporan dugaan korupsi dalam  proyek pembangunan markas baru Polda Papua ke KPK," ungkap Alwindo di Jakarta Rabu (1/9).

Alwindo menambahkan, APMM akan terus mengawal proses hukum di KPK, sehingga harus ada kepastian hukum dalam proses persoalan itu agar memberikan edukasi yang baik dan benar untuk diketahui Masyarakat.

" Ada tanda terimah dokumen laporan dari KPK sebagai bukti, dimana aduanya satu minggu kemarin kita tujukan kepada ketua KPK bapak Fili Bahuri, tentang permohonan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berperan dalam pembangunan markas baru Polda Papua, sala satunya Bos PT. Papua Akbar Bersatu, Muhamad Topan selaku pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan markas baru Polda Papua di Jayapura,” Tegasnya.

Ia menyebutkan, Pembangunan markas baru Polda Papua dengan nilai Rp.202 Milyar, seharusnya dalam tahun ini sudah selesai sehingga dapat digunakan oleh institusi Polri di Papua, namun ada indikasi, fisik pekerjaan mega proyek pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana yang dicairkan.

“ Ini baru awal pascah seminggu yang lalu kami menggelar aksi dan melayangkan laporan , hari ini Kami hadir disini untuk mengawal proses ini hingga tuntas," Ujarnya.


Aktifis anti korupsi ini mengatakan,  apabilah dalam waktu dekat laporan belum ditindaklanjuti, maka APMM akan kembali menggelar aksi demonstrasi di KPK dengan jumlah masah aksi yang banyak, mendesak Ketua KPK, Firli Bahuri mengundurkan diri dari Jabatan, karena tidak memiliki kemampuan dalam menindaklanjuti Laporan masyarakat.

" Proyek Pembangunan yang dikerjakan dengan menggunakan anggaran dari Negara harus diketahui oleh Publik, sehingga proses pekerjaan dapat diawasi oleh semua pihak agar ada manfaatnya," Ucapnya.

Sebelum mengakhiri penyampainya, Alwindo meminta ICW, KONTRAS dan LOKATARU agar turut memantau perkembangan proses hukum persoalan ini di KPK.

" Kami sangat berharap ICW, KONTRAS dan LOKATARU serta aktifis Ham dan Aktifis Anti Korupsi di Indonesia turut mengawal proses hukum kasus ini di KPK," Tutupnya.

Terpisah informasi yang diterimah Media ini Rabu 1 September 2020 , Itwasum Mabes Polri selaku inspektorat pengawasan umum Polri telah tiba di Jayapura, untuk mengaudit proyek pembangunan tersebut, dipimpin Brigjen Pol. Mulyadi Khairani, dan telah  menemukan kejanggalan dalam mega proyek itu, sala satunya  pada bulan februari 2021 seharusnya telah dibangun tiang pada bangunan itu karena saat itu telah dilakukan pencairan Rp.86 Milyar, namun tidak terlaksana tepat waktu.

Media evav.news mencoba mengkonfirmasi kehadiran Tim Itwasum Mabes Polri di Jayapura, melalui Ketua Tim Brigjen Pol. Mulyadi Khairani, namun belum ada jawaban.

Brigjen Pol. Mulyadi dihubungi melalui pesan singkat Via Wastapp, Rabu 1 September 2021 namun hanya membaca pesan masuk, tanpa ada balasan hingga berita ini dipublikasikan, pada Kamis siang 2 September 2021.   (EN007)

Prwarta: Toka Fouw

Posting Komentar

Google+