Evav.News, Jakarta
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemanggilan saksi, dalam proses Penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri menyampaikan, proses hukum Penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut terus berjalan.

" KPK tetap komitmen menuntaskan perkara tersebut, Hari ini (13/9/2021) bertempat di Gedung Merah Putih, (KPK), Tim Penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi, terhadap  (Mantan Bagian Accounting PT Kuala Persada Papua Nusantara), atas nama Adrian, " ujar Ali Fikri melalui pesan singkat via WatsApp, kepada Media Evav.News, Senin (13/9/2021).

Diberitakan Media ini Sebelumnya, Jubir KPK Ali Fikri, juga menyampaikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetap berkomitmen untuk  menuntaskan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut tepat waktu.

Ali Fikri menyebutkan,  perkembangan penyidikan perkara tersebut, saat ini  masuk tahap penyelesaian pemberkasan.

Kata Dia, Dalam Penyidikan perkara dugaan korupsi tersebut, penyidik KPK sudah memeriksa 54 orang sebagai saksi, baik pejabat pemerintah daerah setempat, maupun swasta.

Diketahui, Dalam penyidikan  perkara Dugaan Tindak Pidana  Korupsi, pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32, Tahap 1 Tahun anggaran 2015, di Kabupaten Mimika,  KPK telah menetapkan tiga orang sebagai "tersangka" diantaranya,  Eltinus Omaleng selaku Bupati Mimika periode, 2014-2019 bersama-sama dengan,  Marthen Sawy, selaku Pejabat pembuat komitmen dan  Teguh Anggara, selaku Direktur, PT.Waringin Megah yang menjadi rekanan pelaksanaan  pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, Dengan Ancaman maksimal 20 Tahun penjara. 

Dalam uraian kasus megah dugaan Korupsi itu  sesuai  data LPSE Kabupaten Mimika, pekerjaan pembangunan gereja tahap pertama tahun 2015 menghabiskan dana Rp 46,2 miliar, disusul tahap dua tahun 2016 Rp 65,6 miliar dan tahap tiga tahun 2019 Rp 47,5 miliar.

Pada tahun yang sama juga telah dicairkan dana untuk pengawasan sebesar Rp 2,5 miliar. (007)

 Team Redaksi

Posting Komentar

Google+