Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Evav.News, Jakarta
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus melakukan serangkaian proses penyidikan  perkara dugaan tindak pidana korupsi, proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika Provinsi Papua.


Data yang diterimah Media Evav.News menyebutkan, Penyidik Lembaga Antirasuah itu,  hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di Kabupaten Mimika, sehingga dengan sendirinya KPK telah memberikan Sinyal, bilah   dalam waktu dekat, para tersangka bakal dibui.

Juru bicara KPK, Ali Fikri melalui Pesan singkat via WatsApp membenarkan, Hari ini Kamis  (16/9), Penyidik KPK melaksanakan pemeriksaan saksi dugaan Tindak Pidana Korupsi Pelaksanaan dalam pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika.

" Penyidik hari ini  melakukan Pemeriksaan di Mapolres Mimika, saksi-saksi yang diperiksa hari ini yakni, Saleh alhamid (Anggota DPRD Mimika periode 2014—2019), M. Nurman Karupokaro (Anggota DPRD Mimika periode 2014—2019), dan Paulus Yanengga (Anggota DPRD Mimika periode 2014—2019)," ujar Ali Fikri.

Diberitakan Media ini Sebelumnya, Jubir KPK Ali Fikri, juga menyampaikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetap berkomitmen untuk  menuntaskan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut tepat waktu.

Ali Fikri menyebutkan,  perkembangan penyidikan perkara tersebut, saat ini  masuk tahap penyelesaian pemberkasan.

Kata Dia, Dalam Penyidikan perkara dugaan korupsi tersebut, penyidik KPK sudah memeriksa 54 orang sebagai saksi, baik pejabat pemerintah daerah setempat, maupun swasta.

Diketahui, Dalam penyidikan  perkara Dugaan Tindak Pidana  Korupsi, pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32, Tahap 1 Tahun anggaran 2015, di Kabupaten Mimika,  KPK telah menetapkan tiga orang sebagai "tersangka" diantaranya,  Eltinus Omaleng selaku Bupati Mimika periode, 2014-2019 bersama-sama dengan,  Marthen Sawy, selaku Pejabat pembuat komitmen dan  Teguh Anggara, selaku Direktur, PT.Waringin Megah yang menjadi rekanan pelaksanaan  pembangunan, Gereja Kingmi Mile 32.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, Dengan Ancaman maksimal 20 Tahun penjara. 

Dalam uraian kasus megah dugaan Korupsi itu  sesuai  data LPSE Kabupaten Mimika, pekerjaan pembangunan gereja tahap pertama tahun 2015 menghabiskan dana Rp 46,2 miliar, disusul tahap dua tahun 2016 Rp 65,6 miliar dan tahap tiga tahun 2019 Rp 47,5 miliar.

Pada tahun yang sama juga telah dicairkan dana untuk pengawasan sebesar Rp 2,5 miliar. (007)

 Team Redaksi

Posting Komentar

Google+