Raja Tual Saat Ini, Rat Tufle Jafar Tamher.SE

Evav.News, Tual
- Perseteruan kepemilikan lahan yang menjadi obyek sengketa Lahan antara PT.PLN Persero Cabang Tual dan Keluarga Salahudin Kabalmay, selaku ahli waris , akhirnya secara Adat telah Vinal, bahkan ini pertanda PT.PLN Persero Cabang Tual  harus Guling Tikar, fakta ini terungkap  melalui wasiat surat Sakti   yang ditanda tangani oleh Almarhum Raja Tual (Rat Tufle), Hj.Mohamad Tamher.Sip, yang dikeluarkan pada Tanggal 12 Agustus Tahun 2006.


Kutipan Surat Wasiat Almarhum Raja Tual yang diterimah Redaksi Media ini, Senin (6/9/2021), Raja Tual membenarkan bahwa tanah yang menjadi obyek sengketa yang menjadi perkara perdata di Pengadilan Negeri Tual, dengan Nomor  perkara : 07/PDT.6/2006/PNTL. adalah bagian dari tanah warisan Salahudin Kabalmay Cs, sebagaimana susunan ahli waris.


Surat wasiat itu juga menerangkan bahwa tanah sengketa tersebut merupakan Lahan milik Rahan Korbib, yang kemudian diserahkan Hi.Paleu Mandar oleh Raja Tual, Zainul Abidin Tamher.


Selain itu Raja mengakui didalam surat wasiat tersebut, sebagai Raja yang merangkap Kepala Desa Tual, yang mengatur masalah adat di Desa Tual selaku pemangku Adat, dari Raja-Raja Tual sebelumnya hingga kepemimpinanya, tidak pernah menyerahkan Tanah Adat tersebut untuk dijadikan aset Pemda atau PT.PLN Persero Cabang Tual.


Ada juga yang sangat penting terterah didalam surat Sakti itu, yakni Raja Moh Tamher mengakui , Selaku Raja merangkap Kepala Desa Tual, juga sebagai Anggota panitia A  pemeriksa Tanah , tidak pernah mendatangani atau menyetujui lahan  tersebut atas nama PLN ataupun kepada Pemerintah Daerah.


Surat sakti ini diketahui, Dikeluarkan Almarhum Raja Tual, Moh.Tamher, pada tahun 2006, kepada majelis Hakim Pengadilan Negeri Tual, saat sengketa perkara Salahudin Kabalmay  Cs Vs PT.PLN Persero Cabang Tual berperkara.


Terpisah Raja Tual, Jafar Tamher SE ditemui di kediaman Rahan Korbib, Rat Tufle di Tual Senin (6/9) membenarkan surat wasiat  tersebut.


“ Iya benar ini Surat dari kakak Saya, Almrhum Raja Moh,yang dikeluarkan tahun 2006,  Saat itu beliau tidak dapat memberikan keterangan di Pengadilan karena bersamaan dengan waktu, Alamarhum saat itu  hendak pergi melakukan ibadah haji,  karena dasar itu makah  Almarhum  Raja mengeluarkan Surat resmi, kepada Majelis Hakim untuk dibacakan sebagai  kesaksian beliu dipersidangan,” Ucap Raja Jafar Tamher mengisahkan kembali peristiwa tersebut.


Raja Jafar Tamher mengatakan, Lahan tersebut hingga kini merupakan lahan Adat yang ada di dalam penguasan Raja Tual.


“ Tidak ada tanah Pemda atau tanah PLN di situ, yang ada tanah Adat yang berada di dalam kekuasaan Saya Sebagai Raja Tual, jadi bilah tidak mau bayar ganti rugi maka bongkar bangunan dan silakan  keluar,” tegas Raja Tual Jafar Tamher.

Pewarta: Toka Fouw 


Posting Komentar

Google+