Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Dari Partai HANURA, Awaludin Rado

Evav.News, Tual
- Empat orang Warga yang berada di tempat kejadian, akhirnya membeberkan, aksi koboy dari Anggota DPRD Malra, asal Partai HANURA, Awaludin Rado  saat melakukan penganiayaan terhadap Umar Rado.

Waty Lestaluhu,  tetangga kost dari korban Umar Rado kepada Media ini membeberkan pada hari Kamis (9/2/2021), sekitar pukul 11 Siang,  duduk di depan kost Umar Rado, tiba-tiba  Awaludin Rado dan kakaknya Yani Rado  terlihat berjalan kaki  menghampirinya, dan bertanya alamat kamar kost dari Umar Rado.

" Saat mereka menghampiri Saya, Pa Awal dengan raut wajah emosi langsung bertanya apa benar ini kamar kost dari Ibu Guru, kemudian saya menjawab iya benar, setelah mendengar jawaban dari Saya, Pa Awal langsung masuk dengan sendal kedalam kamar kost, sedangkan kakanya Yani Rado hanya berdiri di luar, berselang beberapa menit, Saya melihat Pa Awal menampar Hairudin Gianalaha, di dalam kamar kost," ucap Waty saat ditemui secara langsung oleh Wartawan Media Evav.News, Etok Fouw di lokasi kejadian,  bertempat di Desa Manggon, Kota Tual, Senin (6/9/2021).

Wati menyampaikan, Awaludin Rado Usai menampar Hairudin, kemudian bersama kakaknya Yani Rado pergi meninggalkan kamarkost, sembari menitip pesan bilah Devos (Umar Rado) pulang ke kamar kost maka dia akan kembali.

Kamar Kost Tempat Pelaku Melakukan Aksi Penganiayaan Terhadap Korban

" Kakak dari Pa Awal terlihat diam saja bahkan tidak masuk ke dalam kamar kost, sedangkan Pa Awal terlihat dari raut wajahnya sangat emosi, selesai Pa Awal tampar Udin, dirinya berpesan bilah devos (Umar Rado) kembali maka dia akan kembali ke kamar kost, setelah itu  mereka berdua langsung pergi dengan berjalan kaki," ujar Waty.

Waty menambahkan, Sesuai pandanganya, ketika Awaludin dan Yani berjalan kaki beberapa meter dari Kamar Kost, berpapasan dengan Umar Rado dimana saat itu Umar Rado menggunakan sepeda motor, kemudian Awaludin beserta kakaknya Yani kembali ke Kamar Kost untuk menemui Umar Rado.

" Setelah sampai di Kamar Kost, Devos (Korban Umar Rado) langsung memarkir motor dan berjalan masuk ke dalam kamar, sedangkan Saya, ditemani Udin,  Ibu Yustina Reyaan di Luar, tepat di depan pintu kamar kost dari  Devos (Umar Rado), sedangkan Abda Renel masih berada di dalam kamar kost miliknya," Ucapnya.

Ia menerangkan, Setelah Awaludin dan Yani melihat Devos (korban Umar Rado) masuk ke dalam kamar kost, langsung terlihat mempercepat langka kaki, mendekat ke kamar kost milik korban.

" Setelah Sampai, kami melihat Pa Awal langsung masuk kedalam kamar kost sedangkan kakaknya Yani hanya berdiri di depan pintu kost, tanpa mengeluarkan kalimat apapun, berselang beberapa lama, terdengar aduh argument dari dalam ruangan kamar kost, kami tidak melihat secara langsung namun kami dengar Pa Awal dengan nada tinggi dan keras dan berteriak " ose mau apa", "ose kenapa," ucap Waty mengisahkan kembali kejadian tersebut.

Setelah mendengar keributan, Waty mengatakan, Hairudin yang duduk disampingnya dengan wajah masih merah kenah tamparan dari Awaludin, berlari ke arah belakang kamar kost, sedangkan dirinya beserta Ibu Yustina Reyaan tetap duduk di tempat semula.

" Saya dan Ibu Yustina tetap di tempat duduk, Yani terlihat langsung masuk ke dalam kamar kost, sedangkan Suami dari Ibu Yustina, Abda Renel berjalan mondar mandir di depan kamar kost sambil meminta Istrinya masuk ke dalam kamar kost untuk melihat Umar Rado," tutur Waty.

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Yustina Reyaan.

" Saat Saya masuk di dalam kamar kost, Saya melihat Umar Rado dalam posisi duduk tertunduk dan melihat banyak darah dilantai, kemdian bertanya maksudnya kenapa sampai pukul orang darah keluar, mendengar itu Awaludin langsung mengeluarkan kalimat " keluar" , " ungkap Yustina.

Yustina mengisahkan, Saat masuk melihat Posisi berdiri dari Yani Rado agak jauh sekitar tiga meter dari korban Umar Rado, sedangkan jarak Awaludin Rado dengan korban hanya sejingkal tangan.

" Saat Saya masuk diperhatikan suami (Abda Renel) sehingga saya dan Suami melihat dengan jelas posisi korban sementara bersimba darah, dengan posisi Kaki kiri terlentang memanjang sedangkan kaki kanan terlipat kedalam, kami lihat dengan mata,  posisi pak Awal berhadapan dengan korban hanya sejingkal tangan, (lima Senti Meter) sementara posisi Pa Yani  sementara berdiri sandar di dinding bangunan dengan posisi melipat tangan dua, berjarak sekitar empat meter, " Jelas Yustina.

Kata dia sebelum masuk, mendengar kalimat di ucap Awaludin dengan keras.

" Sebelum Saya disuruh masuk oleh Suami Saya mendengar kalimat yang diteriaki Pa Awal begini " ose angkat muka" , Setelah masuk Saya melihat lantai sudah ponoh dengan darah dari korban", ujar Yustina.

Pernyataan Yustina dibenarkan sang suami, Abda Renel.

Abda mengatakan, melihat dengan jelas saat Awaludin menampar Khairudin ketika masuk kedalam kost mendapati Khairudin sendiri sementara tidur disamping pintu masuk.

" Mungkin Pa Awal marah karena orang yang dia cari yakni Devos (Korban Umar Rado) sementara tidak ada di kost sehingga ketika masuk ke dalam, melihat Udin langsung ditampar, Saya lihat jelas saat yang bersangkutan menampar Udin", jelas Abda.

Iya membenarkan, Saat kejadian penganiayaan terhadap Umar Rado dirinya ada di tempat kejadian namun belum memberikan keterangan kepada Polres Tual karena belum dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Kediaman Awaludin Rado Terlihat Tak Berpenghuni Pascah Kejadian Dugaan Tindak Pidana Yang Dilakukan Terhadap Umar Rado

" Saat itu Saya juga  mau memberikan keterangan biar terang benderang masalah kasus hukum ini, tapi karena Istri Saya juga jadi saksi tidak ada yang jaga anak kecil, sehingga Istri Saya sampaikan dia saja yang memberikan keterangan," jelas Abda.

Abda menyebutkan, Saat keributan terjadi di dalam Kamar kost antara Pa Awal dengan Devos, kakak dari Awaludin masih berada di luar berdiri di pintu depan kamar kost.

 " Kami berempat yakni Istri Saya (Yustina Reyaan), Ibu Waty dan Khairudin melihat dengan jelas posisi Yani masih berada di luar yakni Pintu depan kamar kost, berjarak enam meter dari tempat kami", tandas Abda.

Abda menjelaskan, apa yang disampaikan oleh istrinya merupakan fakta yang benar-benar terjadi.

" Saat kejadian Saya ada, dan turut melihat dengan mata Saya sendiri, Semua posisi dari mereka bertiga yakni Umar Rado (korban) dan adik kakak Yani dan Pa Awal, " ucap Abdi sambil memperagakan kembali apa yang diucap Awaludin serta posisi korban dan Awaludin Rado beserta Kakanya saat kejadian.

Sementara itu, Khairudin membenarkan aksi premanisme yang di lakukan legislator Malra itu.

" Pertama datang itu, antua masuk dengan sendal saja liat beta tidur disamping pintu masuk, antua langsung tampar beta tiga kali, tapi waktu berikan keterangan di Polisi beta takut sampaikan lai, " ucap Khairudin.

Kata Dia, Sebelum penganiayaan terhadap Umar Rado, melihat Awaludin seorang diri masuk ke dalam kamar kost dimana Umar Rado sedang sendiri di dalam.

" Beliau sendiri masuk langsung di dalam, sedangkan kakaknya Yani  berada di luar pas di depan pintu kamar kost," tandas Khairudin.

Kharudin menegaskan, setelah mendengar keributan baru Yani masuk kedalam ruangan.

" Saya hanya lihat itu saja, karena pas ribut,  Saya lari ke belakang lewat samping kiri kamar kost," uangkap Khairudin.

Terpisah Ksat Reskrim Polres Tual, IPTU. Hamin Siompu dikonfirmasi menyatakan, rangkain proses penyelidikan terus dilakukan.

"  Penyidik sudah mengambil keterangan dari tiga orang saksi  yang  saat kejadian berada di lokasi TKP, ditamba keterangan saksi korban," ungkap Hamin Siompu.

Perwira Polres Tual yang dekat dengan awak Media ini menerangkan,  Rangkaian Proses penyelidikan masih berjalan.

"  Untuk pemanggilan Anggota DPRD terkait dugaan Tindak Pidana, ada mekanisme jadi tahapanya  kita telah ikuti," Terangnya.

Siompu menegaskan, ada Putusan Mahkama Konstitusi yang jadi yurespondesi penyidik dalam melakukan serangkaian penyelidikan terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan.

" Pemanggilan Anggota DPRD yang diduga sebagai pelaku tindak pidana, untuk diperiksa merupakan salah satu  kewenangan Penyidik dalam proses penyidikan, sudah pasti bahwa kami akan ikuti tahapan mekanisme yang sudah diamanatkan dalam Undang-Undang, namun kasus ini masih dalam penyelidikan sehingga, kita gunakan putusan MK sebagai yurespondensi dalam melakukan serangkaian prosesnya," jelas Kasat.

Sementara itu keluarga korban berharap Penyidk Polres Tual dapat mengungkap aksi dugaan tindak pidana yang diduga kuat dilakukan Anggota DPRD, Awaludin Rado terhadap korban Umar Rado.

" Dengan rangkaian kejadian awal hingga terjadi dugaan tindak pidana ini, kami percaya Penyidik Reskrim Polres Tual, dipimpin IPTU Hamin Siompu memiliki naluri sehingga dapat mengungkap kasus ini secepatnya", ucap Iden Rado.

Diberitakan Media ini sebelumnya, Legislator DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Awaludin Rado bakal berurusan dengan Kepolisian Resort Tual.

Pasalnya, Oknum Wakil Rakyat ini, melakukan penganiayaan terhadap sala satu warga, atas nama Umar Rado hingga babak belur.

Korban Umar Rado mengatakan, penganiayaan yang dilakukan Awaludin Rado terhadap dirinya  sekitar pukul 11 Siang hari Kamis (2/9/2021), bertempat di Kediamanya, yakni Kos-kosan, blakang Kantor Samsat Lama berdekatan dengan Kantor KPU Kota Tual.

" Pelaku (Awaludin Rado Red) datang ditemani kakaknya, Yani Rado datang ke kediaman Saya, disaat pelaku melihat Saya sementara di dalam kos-kosan, tanpah salam dari mereka berdua, langsung masuk ke dalam kamar kost, langsung  melayangkan pukulan terhadap Saya dengan menggunakan kepalan tangan, berulang-ulang sehingga menyebabkan kening pelipis saya pecah sehingga banyak mengeluarkan darah, wajah Saya juga mengalami memar, " ungkap korban Umar Rado.

Umar Rado menyampaikan Pelaku Awaludin Rado tersinggung dengan unggahan status Facbook dirinya, sehingga melakukan penganiayaan terhadap dirinya, padahal unggahan status yang dibuat tidak menyinggung nama dari pelaku di akun Media Sosialnya.

" Apa yang dilakukan terhadap diri Saya, sudah terlalu berlebihan, sehingga Saya dan Keluarga sudah sepakat, tidak akan damai dengan pelaku, Saya sudah secara resmi melaporkan ke Polisi, jadi Saya dan Keluarga serta  pihak pelaku, harus menghormati proses hukum yang sementara berjalan di Polres Tual," ucap Umar. (EN03)


Pewarta: Toka Fouw

Posting Komentar

Google+