Lokasi Pembangunan Gereja Katolik, Santo Isidorius Stasi Marvun

Evav.News, Langgur
- Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Decky Dermawan, diminta  melakukan proses hukum terhadap anggaran pembangunan Gereja Ohoi Marvun, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Informasi yang diperoleh Media ini Menyebutkan, Dana Pembangunan Gereja Katolik Ohoi Marvun, yang bersumber dari APBD Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2018, senilai Rp 150 juta diselewengkan oleh Panitia.

Sala satu sumber terpercaya Media ini menuturkan, Sesuai bukti SP2D, Angaran telah dicairkan ke rekening Panitia Pembangunan Gereja Ohoi Marvun, sebesar Rp 150 Juta dari Tahun 2018, dari dana bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara itu, tanpah diketahui  diam-diam Panitia bersekongkol dengan sala satu oknum pengusaha berinsial ER dengan dalil pengadaan rangka baja untuk atap Gereja, namun berjalanya waktu hingga sudah empat Tahun satupun rangka baja belum kelihatan di lokasi gereja sehingga dianggap fiktif.

" Dana Gereja Rp 150 Juta  ditransfer  ke recening ER, namun dari Tahun 2018, hingga akhir Tahun 2021, belum satupun rangka baja kelihatan di lokasi pembangunan Gereja, dan sudah empat Tahun, rangka baja atap Gereja Santo Isidorius Stasi Marvun fiktif," ujar sala satu Masyarakat Ohoi Marvun, di Langgur Rabu (13/10).

Tampak Gedung Gereja Terbengkalai

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan ini, mengharapkan, agar Kejaksaan Negeri Tual, memeriksa Panitia pembangunan Gereja, dan memeriksa pengusaha ER, terkait raibnya anggaran Gereja tersebut.

" Ini pembangunan rumah Tuhan, sehingga kami sangat berharap, Kejari Tual melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang turut berperan menghilangkan dan menggelapkan Dana Gereja tersebut, karena sudah empat Tahun pembangunan Gereja tinggal terbengkalai," pintah Sumber.

Sumber membeberkan, Saat reses dari Wakil Ketua DPRD, Albert Efruan di Ohoi Marvun, Tahun 2020, sempat mempertanyakan tentang kelanjutan pembangunan Gereja tersebut.

" Saat itu ketua DPS  Marvun, Samuel Rahabav yang  juga berperan sebagai ketua Panitia Pembangunan Gereja, berjanji bahwa akhir tahun 2020 kemarin,  pengadaan rangka baja sudah dikirim ke Marfun untuk di selesaikan, ternyata hingga akhir Tahun 2021, rangka baja belum juga ada di lokasi Pembangunan," ucap Sumber.

Kata Sumber, pihak yang sangat bertanggungjawab terhadap raibnya dana Gereja tersebut yakni, Ketua Panitia, Samuel Rahabav Dan Bendahara, Jeremina luturdas, serta pengusaha ER.

" Kami minta Jaksa panggil, Samuel Rahabav dan Jeremina Luturdas, yang berperan sebagai Ketua Panitia dan Bendahara, pembangunan Gereja Ohoi Marvun, untuk mempertanggungjawabkan anggaran dari Negara ini, sehingga menjadi efek jerah" Tutupnya.

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Decky Dermawan.SH dikonfirmasi melalui pesan singkat Via Watsaap, mengatakan, masih berada di luar Daerah, namun akan menindaklanjuti permintaan Masyarakat.

" Puji Tuhan, Saya sementara di luar Daerah, lagi cuti, nanti saya selesai cuti balik kita akan periksa, karena Rumah Tuhan harus dibangun dengan  Kasih," singkat Kejari Tual, Melalui pesan singkat Via Watsaap Rabu 13 Oktober 2021. (En02)

By.Redaksi

Posting Komentar

Google+