Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP. Romi Agusriansya Didampingi Kasat Reskrim Saat Menggelar Press Conference Di Mapolres Senin (11/10)

Evav.News, Saumlaki
- Aparat Kepolisian Resort Kepulauan Tanimbar berhasil meringkus tiga orang pelaku penganiayaan yang menyebabkan Paternus Angwarmas alias Pater meregang nyawa. 

Korban diduga dianiaya karena ketahuan mencuri satu unit sepeda motor.

Tiga pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Rumah Tahanan Mapolres Tanimbar Yakni EM alias Cau, BW alias Boni, dan DJN alias Dolvys.

Ketiga pelaku disangkakan pasal 170 ayat (2) ke-3 dan atau pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP. Romi Agusriansyah melalui keterangan tertulis yang diperoleh Media ini, Senin (11/10/2021), mengatakan, kasus kekerasan bersama yang dilakukan para tersangka, terjadi di depan rumah tersangka EM alias Cau, di Desa Lauran, Kecamatan Tansel, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 07.00 WIT. 

" Pengeroyokan yang dilakukan para tersangka  menyebabkan korban tewas," ujar Kapolres.

Kapolres Romi membeberkan, peristiwa tersebut, berawal saat motor Honda Revo Fit milik Pius Bulurdity hilang diparkiran rumah di Desa Sifnana, Kecamatan Tansel sekitar pukul 04.30 WIT. 


Buntut dari kehilangan motor itu, pemilik motor memberitahukan kepada adiknya Silvester Bulurdity, Silvester kemudian melakukan pencarian terhadap motor berwarna hitam lis hijau tersebut di sejumlah bengkel yang ada di sekitar desa Sifnana, Saat melakukan pencarian, Silvester bertemu  isteri kakaknya sedang menyapu jalan di dekat tugu selamat datang, dalam perbincangan, kakak iparnya  menyampaikan kalau melihat motor suaminya baru saja melintas dan mengarah ke Desa Lauran.

"Saat melakukan pencarian di kawasan Desa Lauran, saksi melihat motor kakaknya yang hilang, sedang terparkir di bengkel warga di Desa Lauran, pemilik bengkel namanya bapak Ongen," ungkap Kapolres. 

Kapolres menguraikan Saat itu, Silvester melihat korban (Paternus Angwarmas) sedang berdiri di samping motor, korban berdiri dengan posisi menghadap ke arah Selatan, Dimana ditempat yang sama hadir juga tersangka BW alias Boni. 

"Tersangka BW bekerja di bengkel itu dan saat itu baru saja akan membuka bengkel  bersama temannya yang bernama Isak Rurume alias Caken,"Tandas Kapolres.

Kemudian Lanjut  Kapolres, Silvester  menghampiri motor milik kakaknya yang sebelumnya hilang itu, dan langsung menanyakan ke korban siapa yang membawa motor ini. 


" Saat ditanya, korban menjawab bahwa yang membawa motor tersebut, sementara mencari makan sambil menunjuk ke arah Utara, kemudian Silvester meminta korban menemaninya mencari orang yang dimaksudkan oleh korban, didalam perjalanan korban dan Silvester  bertemu tersangka EM yang sedang bekerja memperbaiki jembatan kecil di depan rumahnya, Kemudian Silvester bertanya kepada tersangka apakah melihat ciri-ciri orang yang sempat dijelaskan oleh korban, bahwa mengenakan baju biru, namun tersangka mengatakan tidak melihat orang yang dimaksudkan.

Pada waktu yang bersamaan, korban terus mengajak Silvester agar kembali melakukan pencarian terhadap orang yang dimaksudkannya. 

" Namun saat itu Silvester menolak dan memilih kembali ke bengkel, dengan alasan, yang penting motornya sudah ditemukan, Dalam perjalanan kembali ke bengkel tiba-tiba tersangka EM merasa curiga dengan korban, Ia lalu memanggil saksi Silvester untuk menanyakan identitas korban, Sebab, tersangka mengaku baru pernah melihat wajah korban di Desa Lauran, Saat tersangka memanggil saksi Silvester, korban mendengar dan kemudian menghampiri tersangka. 

" Saat itu tersangka menanyakan ke korban sejak kapan kerja di bengkel dan dijawab oleh korban bahwa dia baru saja kerja sehari, Usai ditanya tersangka, korban kemudian berjalan pergi, Ia tidak menuju ke bengkel melainkan berjalan ke arah berlawanan pada arah Timur,Di saat bersamaan, saksi Silvester ditanya oleh Caken,  tersangka EM, Saksi menjelaskan kalau dirinya sedang mencari orang yang membawa motor kakaknya dan dijawab oleh Caken kalau korban yang membawa motor itu," Jelas Kapolres

Mendapat jawaban dari caken, Silfester kemudian kembali ke bengkel tersangka EM untuk menanyakan keberadaan korban.

"Saat kembali ke tempat tersangka EM, saksi menanyakan keberadaan korban dan ditunjukkan arah perginya korban, dan saat itu saksi mengatakan kepada tersangka kalau korban lah yang telah mencuri motor kakaknya, Mendengar pengakuan tersebut, tersangka merasa kesal, karena telah dibohongi oleh korban, Ia lalu mencari keberadaan korban, dan Atas petunjuk Feky, tersangka lalu menemukan korban dan memanggilnya. 

Saat dipanggil  korban langsung melarikan diri, sehingga Tersangka mengejarnya dan berhasil menerkam korban yang terjatuh.

Kata Kapolres, Korban kemudian ditangkap tersangka, Korban yang sempat meronta, ditampar sebanyak dua kali mengenai pipi kiri dan kanan.

Korban yang tak bisa melawan terus dibawa dan bertemu dengan tersangka lainnya yaitu BW alias Boni, EM lalu menyerahkan korban kepada BW. 

" Dari hasil pemeriksaan Saat itu tersangka Boni tampar korban satu kali, sementara tersangka EM memukul rusuk kiri korban satu kali, dan selanjutnya tersangka Boni membawa korban diikuti oleh EM, nah Melihat korban sedang diamankan oleh EM dan BW, tersangka lainnya yaitu DJN alias Dolvys berjalan di depan mereka, Ketiga tersangka lalu melakukan penganiayaan terhadap korban.

Kapolres menguraikan, Korban dianiaya para tersangka dengan cara memukul bagian belakang kepala, bagian wajah, bagian rusuk serta  ada yang menendang kaki korban sehingga korban sempat terjatuh dengan posisi berlutut hingga tidak sadarkan diri.

Saat itu, lanjut Kapolres, saksi Silvester datang bersama motor milik kakaknya yang sebelumnya hilang itu, melihat korban pingsan, sehingga menawarkan diri untuk membawa korban ke Rumah Sakit guna mendapat pertolongan. 

Kemudian saksi Silvester dan tersangka Boni membawa korban ke puskesmas Saumlaki,  saksi Silvester mengaku masih melihat korban bernafas. Namun setelah berada di ruang UGD, pihak medis menyatakan korban telah meninggal.

Kapolres menambahkan, Dari hasil Visum et Repertum atas pemeriksaan korban, disimpulkan bahwa korban menglami beberapa luka lecet, luka robek, luka lebam/memar akibat kekerasan tumpul.

Kapolres menjelaskan, Korban diketahui, merupakan residivis pelaku pencurian di Saumlaki.

" Korban Dua kali tercatat dalam perkara pencurian yakni pada tahun 2017 dan pada tahun 2018," Tutup kapolres. (En08)

Posting Komentar

Google+