LSM Kampak Papua Saat Bertemu Kejati Papua, Nikolaus Kondomo Beberapa Waktu Lalu, Di Jayapura

Evav.News, Papua
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  meminta Jaksa Agung, Republik Indonesia Prof.Dr.ST.Burhanudin.SH.MH memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang pengawasan, (Jamwas Kejagung) Dr.Amir Yanto agar segerah melakukan pemeriksaan dan memberikan sangsi tegas terhadap Kejati Papua, Nikolaus Kondomo beserta jajaranya, karena diduga kuat mendiamkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang merugikan Negara Milyaran Rupiah.

Permintaan ini disampaikan  LSM Kampak Papua, dalam keterangan tertulis yang di terimah Media ini Selasa (12/10).

 " Tidak ada alasan lain bagi Jaksa Agung, untuk mempertahankan Nikolaus Kondomo tetap sebagai Kejati Papua, Orangnya beserta jajaranya sudah seharusnya di copot, karena Kejati Papua butuh pimpinan yang provesional dalam penegakan hukum, terutama pemberantasan tindak pidana korupsi," tandas Johan.

Johan menguraikan, sejumalah dugaan mega korupsi yang ditangani Kejati Papua hingga kini berjalan di tempat, diantaranya, dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi Bupati Waropen dengan nilai kerugian Negara sebesar Rp 19 milyar, Bahkan kasus tersebut sudah ada tersangka namun hingga kini masih mengendap di Kejati Papua, ada juga dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pendidikan dan arsip Daerah Provinsi Papua, dengan indikasi kerugian Negara senilai  Rp 4 Milyar, kasus ini sudah ditingkatkan ke Penyidikan namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Selain itu Kata Johan, Kejati Papua juga menyidik  kasus dana Desa Kabupaten Puncak Jaya, yang merugikan Negara milyaran rupiah, namun Semuanya tenggelam dijaman kepemimpinan Nikolaus Kondomo sebagai Kejati Papua.

" Saat ini Kejati Papua sementara melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Biak Numfor, nah ini kasus  juga akan memiliki nasib yang sama, dengan sejumlah kasus yang sudah kami uraikan di atas sehingga, Kami minta dengan hormat Kejaksaan Agung RI mengambil alih kasus tersebut dari Kejati Papua," jelas Johan.

Hingga berita ini dipublikasikan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo belum dapat terkonfirmasi, dihubungi beberapa kali melalui telepon selulernya namun tidak menanggapi, kendati telepon selulernya berdering dan sedang aktif, Kejati juga dikonfirmasi lewat pesan singkat Via Watsapp, hanya membaca namun tidak membalas pesan masuk hingga berita ini dipublikasikan Selasa (12/10) Siang. (En08)


Posting Komentar

Google+