Buronan Kelas Kakap Harun Masiku

Evav.News, Jakarta
-Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melindungi buronan kelas kakap Harun Masiku.

" Faktanya Terhitung sejak 8 Januari 2020, genap sudah dua tahun KPK membiarkan tersangka penyuap Komisioner KPU, Harun Masiku, untuk tidak menjalani proses hukum. Nah ini Bagi ICW, waktu dua tahun ini sudah terbilang cukup bagi Dewan Pengawas untuk melakukan audit besar-besaran atas kemandekan pencarian Harun Masiku," ucap peneliti senyor ICW, Kurnia Ramahdana melalui pesan singkat via Watsaap, Selasa (11/1/2022).

Kata Kurnia, Dewas KPK melakukan audit terkait mandeknya pencarian Harun Masiku, sejalan dengan fungsi pengawasan yang melekat pada Dewan Pengawas sebagaimana diatur dalam UU KPK.

Kurnia menegaskan, ICW khawatir karena latar belakang politik  serta adanya keterlibatan pihak lain yang diduga petinggi partai politik tertentu menjadikan KPK enggan untuk meringkus Harun Masiku.  

Jelas Kurnia, Dalam Kasus Harun Masiku, Ada sejumlah pihak yang penting untuk dimintai keterangan oleh Dewan Pengawas agar bisa mengurai sengkarut pencarian Harun. Pertama, Komisioner KPK. Kedua, Deputi Penindakan KPK. Ketiga, mantan Pegawai KPK yang sebelumnya ditugaskan mencari Harun namun diberhentikan melalui Tes Wawasan Kebangsaan. 

" Tiga keterangan ini akan menggambarkan permasalahan utama mengapa Harun terkesan dilindungi oleh KPK," ucap Kurnia.

Aktifis Anti Korupsi ini menyebutkan, Sejak awal, ICW menduga sumber permasalahan Harun berada pada level Komisioner KPK. 

" Sederhana saja menjelaskan duduk permasalahanya, sebab, gejala untuk tiba pada kesimpulan itu sudah terang benderang," tandas Kurnia.

Ia menguraikan ada beberapa kejanggalan dalam kasus Harun Masiku, Misalnya, ketika Komisioner KPK tidak melindungi pegawainya saat diduga disekap di PTIK. Selain itu, tidak adanya penjelasan yang klir, mengapa ketika kasus tersebut sudah naik pada tingkat penyidikan, tapi kantor DPP PDIP enggan untuk digeledah oleh KPK.

Lanjut Kurnia, Ada juga yang  ganjal dalam kasus Harun yakni,  pegawai KPK yang sebelumnya ditugaskan mencari keberadaan Harun Masiku dihabisi dalam Tes Wawasan Kebangsaan, padahal keberadaan Harun  dalam proses pencarian diduga sudah diketahui. 

" ICW tidak habis pikir jika kemudian pencarian berlarut-larut ini justru tidak menggerakkan Dewan Pengawas untuk menelusuri permasalahan yang sebenarnya. Jangan sampai justru Dewan Pengawas juga terlibat dalam melindungi mantan caleg PDIP ini," tegas Kurnia.

Penulis: Toka Fouw

Redaktur: Bahar

Posting Komentar

Google+