Evav.News, Papua
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawa kepemimpinan Firli Bahuri kini benar-benar menunjukan taringnya di Indonesia bagian Timur, faktanya KPK di erah kepemimpinan Firli Cs berani membidik kinerja haram Kepala Daerah baik di Maluku maupun Papua dan Papua Barat.

Setelah eks Bupati Bursel Cs dan eks Walikota Ambon Cs di Provinsi  Maluku dibui, KPK saat ini berhasil membuka penyidikan kasus baru di kabupaten Memberamo Tengah, Provinsi Papua.

Kasus itu terkait dengan dugaan suap dan gratifikasi dalam pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.

Hal ini dibenarkan oleh juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri.

" Benar, KPK telah meningkatkan ke proses penyidikan terkait dugaan korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap, serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua," ucap Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Juni 2022.

Informasi dan data yang diperoleh media ini menyebutkan, KPK meningkatkan perkara tersebut dari Penyelidikan ke tahap penyidikan, sudah disertai dengan penetapan tersangka. beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka sala satunya Bupati Memberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak.

" Siapapun yang jadi tersangka belum dapat kami sampaikan pada saat ini,   Tersangka dalam perkara ini  nanti disampaikan ke publik pada saat telah dilakukan upaya paksa penangkapan ataupun penahanan oleh tim penyidik," Tegas Ali.

Tokoh yang dekat dengan awak Media ini menjelaskan, Saat ini KPK sudah menemukan  bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Lebih lanjut Ali Fikri menerangkan, Penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi suap di Kabupaten Mamberamo Tengah Tahun 2013-2019, Tim Penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi  di kantor Polda Papua, Senin (6/6/2022).

Saksi-saksi yang diperiksa diantaranya, Jusieandra Pribadi Pampang (Wiraswasta / Direktur Utama PT. Bumi Abadi Perkasa), Simon Pampang (Karyawan Swasta / Direktur Utama PT Bina Karya Raya / Komisaris Utama PT Bumi Abadi Perkasa)

" Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan pelaksanaan lelang di Pemkab Mamberamo Tengah dan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk mendapatkan proyek pekerjaan pada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini" ucap Ali.

Ali menegaskan,  Para saksi dan tersangka diharapkan mengahadiri panggilan penyidik.

" Ada dua saksi yang belum hadir yakni, Marten Toding (Direktur Utama PT. Solata Sukses Membangun) dan Hausan Ansar (PNS Dinas PU Kab. Mamberamo Tengah), Kedua saksi tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang," tandas Ali.(Lk/01)

Editor: Toka Fouw

Posting Komentar

Google+