KPK Pastikan Murni Penegakan Hukum, Bupati Ricky Ham Pagawak Bakal Tangan Dua Jadi Satu 



Evav.News, Jakarta
- KPK Memastikan peyidikan perkara tindak pidana suap dan Gratifikasi di Kabupaten Memberamo Tengah, Provinsi Papua adala murni penegakan hukum.

Pernyataan dari KPK ini, menjawab aksi unjuk rasa simpatisan Bupati RHP hari ini di Jayapura, setelah RHP berali status menjadi tersangka.

Dimana masah aksi  menganggap, KPK  telah melakukan tindakan kriminalisasi terhadap Ricky Ham Pagawak.

Selain itu, masah aksi menilai, kasus Bupati Memberamo Tengah  RHP sarat dengan kepentingan politik, sehingga segera dihentikan.

Menanggapi hal itu, juru bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi mengatakan, perkara dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi di Kabupaten Memberamo Tengah adalah murni penegakan hukum.

" Kami pastikan Penyidik KPK bekerja profesional dan bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, sehingga peningkatan perkara ini ke tahap penyidikan murni penegakan hukum," tegas Ali Fikri Senin (13/6/2022).

Lanjut Ali, Prinsip kerja KPK adalah menegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum.

" Penyidikan perkara ini, murni penegakan hukum, KPK tidak bisah dinterfensi,  jadi tidak ada kepentingan Politik ataupun kriminalisasi, jadi Kami  tegaskan untuk diketahui Masyarakat bahwa perkara ini murni penegakan hukum," ujar Ali Fikri.


Diketahui, terkait dengan perkara ini, Bupati Memberamo Tengah, Ricy Ham Pagawak bakal tak berkutik, pasalnya Lembaga Antirasuah KPK kembali menemukan alat bukti catatan aliran dana skandal suap yang menyeretnya sebagai tersangka.

Perkara yang menyeret Bupati RHP, yakni Tindak Pidana Korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.

Bukti itu ditemukan,  saat  penyidik melaksanakan upaya paksa penggeledahan di wilayah Kabupaten Jaya Wijaya, Wamena, Provinsi Papua.

lokasi yang digeledah adalah rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan skandal haram tersebut.

Selain catatan aliran uang yang mengalir ke RHP. Penyidik KPK juga menemukan dan mengamankan adanya berbagai dokumen proyek yang terkait dengan perkara ini.

Dari berbagai alat bukti yang ditemukan, langsung dibawa Penyidik  KPK untuk dianalisa dan disita, sehingga  akan dikonfirmasi lebih detail terhadap para saksi dan para Tersangka.(Lk/04)


Editor: Toka Fouw

Posting Komentar

Google+