Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Evav.News, Jakarta
- Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak diberikan peringatan Lampu Merah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus dugaan suap di Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah memanggil Ricky Ham, Senin kemarin (27/6).

" Yang bersangkutan telah mengkonfirmasi pada tim penyidik, tidak bisa hadir karena ada agenda pemerintahan di internal Pemkab Mamberamo Tengah," ujar Ali kepada kantor Berita Evav.News Selasa  (28/6).

Ali menegaskan, KPK akan segera menjadwalkan ulang untuk memeriksa RHP . KPK pun mengultimatum kepada Ricky Ham untuk kooperatif.

"Kami berharap tersangka kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya," tegas Ali.

Ali menjelaskan, penyidikan perkara ini masih terus dilakukan. KPK telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka, baik dari pihak Pemkab Mamberamo Tengah mapun swasta.

"Namun demikian KPK akan umumkan secara resmi pihak yang ditetapkan tersangka  pada saat penyidikan cukup," pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya telah melakukan penggeledahan di kediaman para pihak terkait di wilayah Kabupaten Jaya Wijaya, Wamena, Papua pada Kamis (9/6).

Dalam penggeledahan itu, tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai dokumen proyek dan catatan aliran sejumlah uang yang diduga mengalir ke pihak yang terkait dengan perkara ini.

Dalam perkara yang belum diumumkan tersangkanya ini, tim penyidik juga telah melakukan upaya paksa penggeledahan di beberapa tempat lainnya.

Pada Rabu (8/6), tim penyidik telah menggeledah dua rumah kediaman di wilayah Kota Jayapura, Papua yang berada di Kelurahan Waena Kecamatan Heram, Kota Jayapura; dan di Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura.

Dari dua lokasi itu, ditemukan dan diamankan berbagai dokumen proyek yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan perkara yang belum diumumkan tersangkanya ini.

Selanjutnya pada Senin (6/6), tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan di Kompleks Perumahan Skyline Residence, Jayapura; di Perumahan Permata Indah, Abepura, Kota Jayapura; dan rumah kediaman yang beralamat di Jalan Kabupaten II, Bhayangkara, Jayapura Utara.

Dari lokasi tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai bukti, antara lain dokumen-dokumen terkait proyek pemerintah, catatan transaksi uang, dan alat elektronik yang diduga dapat membuat terang perkara ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kantor berita Evav.News, Ricky Ham Pagawak telah ditetapkan sebagai tersangka, selain RHP ada juga dari pihak swasta yang terseret dalam kasus ini.

Ricky Ham diduga menerima suap dan gratifikasi mencapai puluhan miliar rupiah terkait proyek-proyek di berbagai Dinas di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.(Lk/02)


Posting Komentar

Google+