Evav.News, Papua
- Proses Penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah,  Provinsi Papua. dengan tersangka Bupati Recky Ham Pagawak terus bergulir di KPK.

Juru bicara Penindakan KPK, Ali Fikri melalui Update perkembangan penyidikan perkara ini, membenarkan, Hari ini Senin, (27/6) bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap dua  saksi guna dimintai keterangan.

" Iya benar hari ini ada dua saksi yang dijadwalkan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, yakni Andreas Kostan Pagawak (Pendeta) Slamet (Supir)," jelas Ali.

Tokoh Yang dekat dengan awak Media ini, Memastikan, peyidikan perkara tindak pidana suap dan Gratifikasi di Kabupaten Memberamo Tengah, Provinsi Papua, adala murni penegakan hukum.

" Kami pastikan Penyidik KPK bekerja profesional dan bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, sehingga peningkatan perkara ini ke tahap penyidikan murni penegakan hukum," tegas Ali Fikri Senin (13/6/2022).

Lanjut Ali, Prinsip kerja KPK adalah menegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum.

" Penyidikan perkara ini, murni penegakan hukum, KPK tidak bisah dinterfensi,  jadi tidak ada kepentingan Politik ataupun kriminalisasi,  Kami  tegaskan untuk diketahui Masyarakat bahwa perkara ini murni penegakan hukum," ujar Ali Fikri.

Diketahui, terkait dengan perkara ini, Bupati Memberamo Tengah, Ricy Ham Pagawak bakal tak berkutik, pasalnya Lembaga Antirasuah KPK kembali menemukan alat bukti catatan aliran dana skandal suap yang menyeretnya sebagai tersangka.

Perkara yang menyeret Bupati RHP, yakni Tindak Pidana Korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua.

Bukti aliran dana ditemukan,  saat  penyidik melaksanakan upaya paksa penggeledahan di wilayah Kabupaten Jaya Wijaya, Wamena, Provinsi Papua.

lokasi yang digeledah adalah rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan skandal haram tersebut.

Selain catatan aliran uang yang mengalir ke RHP. Penyidik KPK juga menemukan dan mengamankan adanya berbagai dokumen proyek yang terkait dengan perkara ini.

Dari berbagai alat bukti yang ditemukan, langsung dibawa Penyidik  KPK untuk dianalisa dan disita, sehingga  akan dikonfirmasi lebih detail terhadap para saksi dan para Tersangka.(LK/09)


Editor: Toka Fouw


Posting Komentar

Google+