Evav.News, Jakarta
  - Terdakwa kasus hoaks atau informasi bohong, yang menjerat Habib Bahar bin Smith, akhirnya difonis hakim, Habib Bahar memekikkan takbir dan mencium bendera merah putih usai mendengarkan putusan vonis 6 bulan 15 hari penjara yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (16/8/2022).

Setelah majelis hakim membacakan putusan, Bahar bin Smith yang mengenakan pakaian putih-putih dan selendang hijau menutupi kepalanya, melangkah ke depan ke arah bendera merah putih.

Suasana sidang menjadi ramai ketika Bahar Smith maju menghampiri sang Merah Putih yang ada di sebelah kanan meja majelis hakim.

Sambil memegang bendera dengan tangan kirinya, Habib Bahar bin Smith mengepalkan tangan kanan ke atas disambut riuh oleh pekikan takbir dari para pendukungnya.

"Indonesia merdeka, hidup keadilan!" pekik Bahar Smith, Selasa (16/8), dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV.

Teriakan Bahar Smith yang dibalas riuh oleh para pendukungnya, membuat majelis hakim harus mengingatkan hadirin untuk menjaga ketertiban.

"Mohon hadirin diam," teriak Majelis Hakim Ketua Dodong Rusdani.

Usai melakukan aksi itu, Bahar Smith kembali duduk di kursi peradilan dan mendengarkan nasihat hakim setelah membacakan vonis.

Bahar menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut.

Ramai teriakan dari para pendukung Bahar Smith membuat majelis hakim meminta terdakwa kasus hoaks itu untuk menenangkan para pendukungnya.

"Tolong habib ditertibkan dulu itu," lanjut hakim.

Hakim Dodong Rusdani mengimbau kepada Bahar agar melakukan penyaringan ketika mengisi ceramah.

Putusan yang diberikan sebagai peringatan kepada penceramah tersebut guna menghindari persoalan di kemudian hari.

"Mohon sekiranya yang bisa jadi persoalan, dibicarakan dahulu dengan tim kuasa hukum. Saya yakin apa yang dibicarakan habib dalam ceramahnya disampaikan dengan tim kuasa hukum supaya tidak menimbulkan persoalan," kata Hakim Dodong Rusdani.

Adapun hal-hal yang meringankan hukuman Habib Bahar, menurut hakim, terdakwa bersikap sopan dan memiliki tanggungan.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, dan berterus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga," ujarnya.

Sementara hal yang memberatkan, kata Hakim, karena Bahar pernah dihukum penjara.(Lk/07)


Editor: Toka


Posting Komentar

Google+