Mantan Ketua Cabang PMII Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin

Evav.News, Timika
- Upaya interfensi Politik dalam dinamika KNPI bukan hal tabu, namun hal ini dikecam keras oleh mantan ketua Cabang PMII Mimika, Arifin Letsoin.

Arifin menegaskan,  upaya interfensi politik ke dalam tubu pemuda di Kabupaten Mimika, terbukti dengan upaya ingin memecah belah sehingga berdampak pada upaya dualisme pada organisasi KNPI di Kabupaten Mimika menjelang Musda KNPI, sehingga hal itu perlu diluruskan bahwa KNPI yang Sah dan diakui Pemerintah hanya satu melalui SK Kemenkumham.

" Ingat pendiri KNPI di Negara ini oleh kelompok Cipayung, jadi bila ada KNPI tandingan tanpah ada Cipayung maka itu Ilegal," Ujarnya.

" Saya ingin menegaskan kepada semua pihak bahwa KNPI bukan kendaraan Politik atau Underbow Partai, karena KNPI murni sebagai Organisasi Kepemudaan yang menaungi berbagai OKP dan menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam meningkatkan peran serta Pemuda di berbagai bidang, " Jelas Arifin di Timika, Sabtu (15/10).

Kata Dia, Barang siapa yang berupaya melanggar aturan atau mencoba merasuki kepentingan politiknya dalam KNPI Kabupaten Mimika, maka akan mendapat konsekuensi sesuai aturan main orgnisasi.

" Harus diingat bahwa KNPI lahir dari Kelompok Cipayung yaitu, PMII, HMI, GMKI, GMNI, PMKRI sehingga semua pihak harus tahu diri,  KNPI bukan terlahir dari Partai Politik," Tegasnya.

Arifin berharap kepada OKP Cipayung agar saatnya bersikap, sehingga  memberikan lampu merah terhadap semua pihak yang belum memahami dan mengerti tentang sejarah KNPI sehingga ingin melakukan dualisme KNPI di Mimika.

" Ini menjadi tanggung jawab moril bagi kami untuk terus mengawal KNPI dari kepentingan-kepentingan Politik,  jadi jangan coba-coba masuk dengan kepentingan terselubung didalam tubuh KNPI Mimika, untuk mengkotak kotakan Pemuda," Tegasnya.

Lanjut Arifin, Beberapa pekan lalu, ada upaya memecah belah KNPI di Kabupate Mimika dengan adanya Penunjukan karateker untuk Dualisme KNPI di Timika, sehingga Hal ini menunjukan bahwa ada langkah tidak etis dalam memperkeruh keharmonisan organisasi kepemudaan di Kabupaten Mimika.

" Ini Saatnya kita menghidupkan kembali Roh kepemudaan dalam Tubuh KNPI dengan semangat dan jiwa nasionalisme, serta memperbaiki yang salah dan meluruskan yang bengkok," Harapnya.

Lanjutnya, Pihaknya tetap komitmen mendukung Penuh Team SC (Steering Commite) untuk lebih jeli dan objektif memverifikasi berkas bakal calon ketua maupun organisasi - organisasi yang tidak berbadan hukum atau yang tidak memiliki SK Kemenkumham, sesuai ketentuan organisasi yaitu  AD/ART dan PO DPD KNPI Mimika. " Segalanya diharapkan sesuai aturan main, sehingga Musda KNPI melahirkan pemimpin yang berkualitas," Ucapnya.

Disinggung terkait dualisme KNPI yang saat ini terjadi di Kabupaten Mimika, Arifin menjelaskan pihaknya masih  mengawal pelaksanaan Musda KNPI, namun langkah-langkah strategis pasti akan dilakukan setelah Musda KNPI nanti.

" Kita sudah punya kajian, sehingga nanti kita akan lihat setelah Musda kalau masih ada KNPI tandingan di Timika, maka kita akan Polisikan, nanti sama-sama kita buktikan dalam proses hukum nantinya KNPI mana yang memiliki legalitas," Terangnya. (Lk/08)

Editor: Jecko


Posting Komentar

Google+