Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta, Evav.News
-, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara tegas merespon surat penolakan ketidakhadiran Istri dan Anak Lukas Enembe yang diantar 20 Orang Tim hukum hari ini ke KPK.

Juru bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang diterimah Media ini, Senin (10/10) menyatakan, KPK berharap Istri dan Anak LE agar koperatif dan hadir sesuai dengan jadwal dan waktu dan tempat dalam surat panggilan yang telah  disampaikan secara patut.

Ali menyebutkan, Terkait surat penolakan kehadiran Istri dan anak Lukas Enembe dalam memenuhi pemanggilan KPK, tidak ada Dalam ketentuan hukum acara pidana. " Tidak ada hak maupun kewajiban bagi Saksi untuk didampingi oleh Penasihat Hukum," Terangnya.

Tokoh yang dekat dengan awak Media ini menerangkan, Saksi boleh mengundurkan diri ketika diperiksa untuk Tersangka yang masih ada hubungan keluarga, Namun bukan berarti mangkir dan tidak mau hadir, karena kehadiran saksi merupakan kewajiban hukum. 

" Penyidik pasti akan mempertimbangkan, ketika saksi memenuhi panggilan, hal ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum," jelas Ali.

Lanjut Ali menegaskan, Pemanggilan terhadap Anak dan Istri LE ini juga untuk tersangka yang lain, bukan hanya untuk Tsk. LE.

" Kami kembali mengingatkan dan berharap pihak yang bersangkutan koperatif dan hadiri Panggilan dari penyidik  sesuai dengan jadwal. 

Ia mengatakan, Jika pihak yang dipanggil merasa tidak tahu menahu terkait perkara tersebut, maka seluruh keterangannya langsung disampaikan dihadapan penyidik oleh saksi bukan oleh pihak lain.

" Dengan sikap kooperatif ini, maka proses penegakkan hukum menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. KPK pun meyakinkan bahwa dalam penanganan perkara ini, KPK menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," Tutupnya.

Sebagai informasi, Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe, yakni Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe menolak bersaksi di dugaan kasus suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. Mereka pun hari ini secara resmi menyerahkan surat penolakan menjadi saksi ke KPK.

" Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua mendatangi Gedung Merah Putih KPK, untuk menemui Pimpinan KPK, di Jakarta, Senin (10/10/2022). Kedatangan tim yang bertindak sebagai kuasa hukum dari Yulice Wenda, istri Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Astract Bona Timoramo Enembe, anak Gubernur Papua Lukas Enembe, untuk menyerahkan Surat Menolak atau Mengundurkan Diri Menjadi Saksi," kata Tim Hukum dan Advokasi Lukas Enembe, yakni Emanuel Herdiyanto, dalam keterangannya, Senin (10/10/2022).

Dia menjelaskan bahwa secara yuridis, Yulice Wenda dan Astract Bona Timoramo memiliki hubungan sedarah dengan Lukas Enembe. Menurutnya, dalam Pasal 35 Undang-Undang No 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kliennya tidak wajib memberikan keterangan saksi, apalagi jika tidak menghendaki.(Jn/02)


Editor: Jecko

Posting Komentar

Google+